The Story of Indonesian Heritage

Stasiun Kereta Api Cisauk Tangerang

Stasiun Kereta Api Cisauk (CSK) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Cisauk, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta yang berada pada ketinggian + 33 m di atas permukaan lain, dan merupakan stasiun paling tenggara di Kabupaten Tangerang. Stasiun Cisauk terletak di Jalan Cisauk Raya, Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Lokasi stasiun ini berada di antara Stasiun Cicayur dan Stasiun Serpong.
Bangunan Stasiun Cisauk yang lama merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda, yang pembangunannya bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api Duri-Rangkasbitung sepanjang 76 kilometer. Pengerjaan jalur kereta api ini dilakukan oleh Staatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda, pada tahun 1899 berbarengan dengan pengerjaan jalur kereta api Duri-Tangerang.


Proyek jalur kereta api Duri-Rangkasbitung ini merupakan bagian dari proyek besar jalur kereta api jalur Barat jilid 2 (Westerlijnen-2) hingga Merak. Pengerjaan proyek jalur kereta api ini dilaksanakan searah. Setelah jalur rel Duri-Rangkasbitung selesai, maka dilanjutkan jalur rel Rangkasbitung-Serang-Cilegon (1900), dan Cilegon-Merak (1914).
Awalnya, stasiun ini merupakan stasiun lintasan kereta api (Stopplaats). Namun seiring kehadiran perumahan kelas menengah ke atas Bumi Serpong Damai (BSD), dan terus diikuti pengembang perumahan lainnya di kawasan sekitar Cisauk, menjadikan keberadaan stasiun ini menjadi strategis untuk aktivitas menaikkan maupun menurunkan penumpang dari daerah Cisauk dan BSD yang akan bepergian ke Jakarta atau sebaliknya. Akhirnya, stasiun ini dikembangkan menjadi stasiun penumpang.
Perlu diketahui, bahwa stasiun yang berada pada jalur rel Duri-Rangkasbitung pada awalnya merupakan stasiun lintasan. Hal ini karena lokasinya ketika itu masih berupa hutan maupun persawahan, jadi belum ada pemukiman seperti sekarang ini. Sehingga, bangunan awal stasiun-stasiun tersebut pada umumnya tidaklah begitu besar.


Kini, stasiun ini berkembang menjadi modern seiring tuntutan akan adanya moda transportasi massal di kawasan tersebut. Pintu utama masuk stasiun dipindahkan di sebelah selatan rel kereta api dengan tampilan yang lebih modern dengan e-ticketing. Sedangkan, bangunan utama stasiun yang lama masih tetap berdiri dan berada di sebelah utara rel kereta api. Kedua bangunan tersebut masing-masing memiliki area parkir yang luas, namun parkir yang di sebelah utara rel masih cenderung terbuka hingga Jalan Cisauk Raya. Area parkir di bagian selatan cenderung sudah tertata, dan e-ticketing juga. Jadwal kereta api Commuter Green Line pun setiap saat ada, sehingga memudahkan para penumpang yang akan bepergian ke Jakarta. Selain itu, setiap harinya stasiun ini juga dilalui kereta api ekonomi yang akan menuju Rangkasbitung hingga Merak maupun sebaliknya menuju ke Tanah Abang.
Stasiun ini memiliki 2 jalur. Jalur 1 digunakan untuk jalur yang menuju ke arah barat, yaitu Stasiun Cicayur hingga Merak. Jalur 2 digunakan untuk jalur yang menuju ke arah timur, yaitu Stasiun Serpong hingga Tanah Abang.
Stasiun Cisauk yang lama ini memiliki luas bangunan utama stasiun (lama) sekitar 195 m², dan tercatat sebagai aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan nomor register 256/C6.15341/CSK/BD. Stasiun lama ini masih digunakan sebagai kantor dalam mengelola stasiun ini.  Sedangkan, jalur yang melintasi stasiun ini sudah dielektrifikasi yang terkonek dari Tanah Abang hingga Stasiun Maja. *** [010516]
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terpopuler

Mutiara Kekunaan

Diberdayakan oleh Blogger.

Label

Blog Archive

Label

Statistik Blog

Sahabat Kekunaan

Hubungi Kami