Selasa, 28 Juli 2015

Stasiun Kereta Api Kertosono

Stasiun Kereta Api Kertosono (KTS) atau yang selanjutnya disebut dengan Stasiun Kertosono, merupakan salah satu stasiun kereta api yang berada di bawah manajemen  PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun yang berada pada ketinggian + 43 m di atas permukaan laut, dan merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling timur di Kabupaten Nganjuk.
Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun, Desa Banaran, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Lokasi stasiun ini berada di depan SPBU Banaran, atau dekat dengan Kantor Pos Kertosono. Meski stasiun ini terletak di pusat kecamatan, namun Stasiun Kertosono tergolong besar bangunannya. Bahkan, jauh lebih besar ketimbang Stasiun Nganjuk yang berada di ibukota kabupaten. Hal ini karena Stasiun Kertosono merupakan stasiun percabangan yang menghubungkan Kertosono-Nganjuk-Madiun ke arah barat, Kertosono-Mojokerto-Surabaya ke arah timur, dan Kertosono-Kediri-Tulungagung-Blitar ke arah selatan.


Bangunan Stasiun Kertosono ini merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Diperkirakan pembangunan stasiun ini bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api dari Kertosono-Nganjuk-Madiun yang dikerjakan oleh Perusahaan Kereta Api milik Pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen, dari tahun 1881 dan selesai pada tahun 1882.
Stasiun ini sekarang tinggal memiliki 7 jalur dengan jalur 1 sebagai sepur lurus ke arah timur, dan jalur 2 sebagai sepur lurus ke arah barat. Sedangkan, letak jalur percabangannya berada di seberang Sungai Brantas.
Di depan Stasiun Kertosono ini masih tersisa jalur rel kereta api menuju ke Pabrik Gula (PG) Lestari yang berada di Desa Patianrowo. Dulu, jalur tersebut digunakan untuk jalur transportasi komoditas gula dari pabrik menuju ke daerah lain lewat Stasiun Kertosono. Namun, kini jalur ke Patianrowo tersebut sudah tidak berfungsi lagi.
Pada umumnya, bentuk bangunan stasiun yang berada di kecamatan akan memiliki bentuk yang hampir sama dengan stasiun yang berada di ibukota kecamatan lainnya. Akan tetapi, untuk bangunan Stasiun Kertosono ini tergolong unik. Artinya, bangunan stasiun ini cukup besar bila terletak di pusat kecamatan, dengan luas bangunan stasiun 578,92 m² di atas lahan 1.627, 25 m² dan telah ditetapkan sebagai aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan nomor register 001/7.64311/KTS/BD.
Stasiun Kertosono sempat mengalami kevakuman dalam melayani penumpang tapi semenjak 1 April 2015, stasiun ini kembali melayani penumpang seiring semakin banyaknya kereta api yang bermunculan. Sehingga, aktivitas stasiun ini terasa denyutnya dan semakin ramai. Tidak hanya penumpang dari Kecamatan Kertosono saja, melainkan juga dari luar Kecamatan Kertosono. *** [260715]

0 komentar:

Posting Komentar